Bagi orang Melayu, tujuan upacara tepung tawar bukan hanya untuk menghargai nilai-nilai budaya, tapi juga ada nilai spiritual yang mendalam.
Masih berlangsungnya tradisi satu ini bukan suatu hal yang mudah.
Teknologi yang terus berkembang bersama zaman mengubah kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat secara nyata.
Sebagai salah satu simbol sosial dan spiritual, tradisi tepung tawar bagi orang-orang Melayu juga sebagai bentuk kebersamaan.
Dari sejarahnya, tradisi satu ini berasal dari ajaran agama Hindu.
Pada poin utamanya adalah pemanjatan doa. Karenanya, pada prosesinya tidak hanya sebagai ritual saja, tetapi juga berbentuk sebuah harapan dan doa bersama.
Doanya berisi kata-kata yang penuh harapan.
Misalnya, berharap agar kehidupan yang dijalani diberkahi, diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, dan perlindungan dari segala marabahaya.
Baca Juga: Tradisi Tepung Tawar Melayu: Tujuan, Bahan, dan Prosesi
Tujuan upacara tepung tawar
Dalam setiap pelaksanaan dan bahan-bahan yang menjadi bagian dari upacara tepung tawar ada pesan-pesan yang disampaikan.
Karenanya, tradisi ini bukan hanya untuk menjaga dan mempertahankan sebuah kebudayaan. Namun, menyampaikan sebuah nilai-nilai kehidupan sosial dan agama.
Orang Melayu yang pasti beragama Islam menjaga tradisi ini hingga memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat.
Jika suatu tradisi ada pertentangan dengan ajaran Islam, maka tradisi tersebut harus ditinggalkan atau memodifikasinya sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Nah, berikut adalah tiga tujuan umum yang bisa kita temui pada tradisi tepung tawar.
Memohon berkah
Di banyak kegiatan kebudayaan Melayu, memohon berkah dengan melaksanakan upacara tepung tawar sering kita temui.
Khitanan, pernikahan, syukuran, dan acara lomba-lomba di lingkungan orang Melayu juga ada tradisi ini.
Pada pelaksanaannya, mereka berdoa kepada Tuha agar seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung lebih berkah.
Memohon keselamatan
Setelah berdoa memohon keberkahan sepanjang kegiatan berlangsung, tradisi ini juga memohon agar selamat.
Selamat dalam dari segala gangguan yang tidak diinginkan baik oleh alam dan sesama manusia.
Kebersamaan
Di dalam upacara rasa kebersamaan dengan keluarga atau sahabat bisa makin erat.
Pada bahan inai giling, misalnya, memiliki makna suatu kerukunan dan daun perenjis memiliki makna kebersamaan.
Nah, itulah tujuan umum dari Upacara tepung tawar yang bisa kita kenali.
Masih ada informasi lain yang menarik tentang kebudayaan Melayu.
Baca Juga: 4+ Ciri Khas Suku Melayu





